Minggu, 07 April 2013

Selamat Jalan Mama :'(

9 bulan engkau mengandung, melahirkan lalu membesarkan. Sakit, perih mungkin hampir kehilangan nyawa engkau melahirkan seorang anak untuk melihat indahnya dunia. Penuh kerja keras, menguras tenaga engkau untuk mendidik dan membesarkan. Mengajari disaat anak itu mulai bersekolah, mengajari dengan penuh kesabaran, terus dan terus mengajari sampai lulus sekolah. Terlihat wajah yang bahagia disaat dia melihat anaknya yang lulus sekolah, terlihat ada perasaan bangga bahwa dia telah berhasil membesarkannya sampai lulus sekolah.

Pendidikan terus dilanjutkan dengan harapan anaknya itu mempunyai kehidupan yang lebih baik dari dia. Banyak uang yang dikeluarkan untuk meneruskan pendidikan anaknya. Dia rela untuk tidak hidup yang bermewah-mewah agar anaknya nanti kelak bisa lebih baik dari orang tuanya. Dia ingin anaknya senang dengan apa yang dia beri darinya, apapun akan dilakukan agar anaknya senang.

Disaat setelah ujian pada semseter pertama selesai, anak itu memberi tahu nilai yang diperoleh anak itu kepada dia. Dia terlihat sangat senang dengan nilai yang diperoleh oleh anaknya, terlihat lagi apa yang pernah anak itu lihat disaat anak itu lulus sekolah, wajah yang penuh dengan kebanggan atas apa yang diraih anaknya. Waktu terus berlanjut semester 2, 3, dan seterusnya.

Disaat anak itu sudah menempuh pendidikannya sampai semester 5 ada berita yang membuat anak itu sedih, mendapat kabar kalau orang yang anak itu cintai masuk kedalam rumah sakit. Penyakit telah menggerogoti badannya, dia disaat itu terlihat sangat lemas, untuk bangun dari tempat tidur saja sudah tidak bisa. Tetapi anak itu terus menunggu dia dengan harapan bahwa dia dapat cepat sembuh dan dapat mewujudkan apa yang dia cita-citakan.

Belum sempat anak itu membanggakan dia dengan hasil kerja kerasnya selama ini, belum sempat dia merasakan hasil jerih payahnya. Belum sempat juga anak itu membahagiakan dia, memberi sesuatu yang membuat dia bahagia. Ternyata dia sudah tidak kuat lagi untuk melawan penyakitnya yang sudah menjalar ketubuhnya.

24 Januari 2013 jam 3.07 dia telah pergi meninggalkan dunia ini, kembali kepada yang menciptakannya. Anak itu sedih sekali karena ditinggal oleh dia, dia yang telah membesarkannya, mendidiknya, menyekolahkannya. Belum sempat anak itu membahagiakan dia tetapi tubuh dia sudah tidak kuat lagi untuk melawan penyakitnya.

Hanya ada 1 kenangan yang tidak akan pernah hilang, luka yang ada ditangan ini akan selalu menjadi kenangan dengan dia.

Dia adalah mama, mama adalah dia.
Selamat Jalan Mama, semoga engkau tenang disana.

Minggu, 31 Maret 2013

Ooooohhhhhh... Sepak Bola Indonesia

Sebelumnya ini hanya opini saya saja, saya mau sedikit mengomentari masalah persepakbolaan di Indonesia.


Sepak Bola, apa itu sepak bola? saya rasa semua orang tahu apa itu sepak bola. Ya olahraga ini sangat populer di Indonesia bahkan di dunia, dari anak kecil, remaja, orang dewasa bahkan sampai orang tua suka sekali dengan olahraga ini. Olahraga ini sangat populer karena keindahan permainan dari olahraga ini.

Semakin berkembanganya olahraga ini, semakin populernya olahraga ini di Indonesia tidak diimbangi dengan prestasi yang didapat oleh negara tercinta ini. Kenapa itu bisa terjadi?. Salah satunya karena adanya masalah internal di organisasi sepakbola Indonesia atau biasa dikenal dengan nama PSSI. Kurang lebih 2 tahun sepakbola kita terjadi adanya dualisme kompetisi, dualisme organisasi. Selama 2 tahun itu sepakbola Indonesia benar-benar minim dari dari prestasi, kenapa bisa minim prestasi?.... Salah satunya karena Timnas Indonesia yang hanya dihuni oleh pemain-pemain dari IPL saja, padahal pemain--pemain yang sudah berpengalaman bermain di ISL. Sebagai contoh kompetisi yang diikuti Timnas pada saat Piala AFF 2012 lalu, karena hanya dihuni oleh pemain dari IPL saja hasilnya Timnas Indonesia tidak lolos dari kualifikasi grup. Coba kalau timnas Indonesia dihuni oleh pemain-pemain yang sudah berpengalaman, kesempatan untuk juara akan lebih besar.\

Orang-orang Indonesia sebenarnya memiliki kelebihan yang bisa ditonjolkan, pemain Indonesia memiliki kecepatan yang lumayan bagus, memang orang Indonesia memiliki postur badan yang kurang tinggi bila dibandingkan dengan pemain-pemain yang ada di eropa. Tetapi kekurangan ini sebenarnya bisa ditutupi dengan kecepatan yang dimiliki pemain-pemain Indonesia tetapi kenapa juga pelatih yang melatih Indonesia selalu memakai strategi buang bole kedepan terus, padahal pemain Indonesia kurang tinggi, coba kalau Indonesia menggunakan strategi seperti Timnas Spanyol yang bermain dari kaki ke kaki atau bisa menggunakan strategi sendiri dengan mengutamakan kecepatan para pemain, mungkin peluang untuk menang setiap pertandingan itu besar.

Mudah-mudahan dengan selesainya perseteruan sepakboa di Indonesia, sepakbola Indonesia bisa lebih baik lagi kedepannya.

Selasa, 19 Maret 2013

Klasifikasi Sistem

DETERMINISTIK SISTEM
Sistem dimana operasi-operasi (input/output) yang terjadi didalamnya dapat ditentukan/ diketahui dengan pasti.

Contoh :
  • Program komputer, melaksanakan secara tepat sesuai dengan rangkaian instruksinya.
  • Sistem penggajian.


PROBABILISTIK SISTEM
Sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti; (Selalu ada sedikit kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya sistem).

Contoh :
  • Sistem penilaian ujian
  • Sistem pemasaran.


OPEN SISTEM
Sistem yang mengalami pertukaran energi, materi atau informasi dengan lingkungannya. Sistem ini cenderung memiliki sifat adaptasi, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga dapat meneruskan eksistensinya.

Contoh :
Sistem keorganisasian memiliki kemampuan adaptasi. (Bisnis dalam menghadapi persaingan dari pasar yang berubah. Perusahaan yang tidak dapat menyesuaikan diri akan tersingkir)


CLOSED SISTEM
Sistem fisik di mana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi, energi atau informasi dengan lingkungan di luar sistem tersebut.

Contoh :
reaksi kimia dalam tabung berisolasi dan tertutup.


RELATIVELY CLOSED SISTEM
Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruhpengaruh lain. Sistem ini dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah didefinisikan dalam batas-batas tertentu

Contoh :
Sistem komputer. (Sistem ini hanya menerima masukan yang telah ditentukan sebelumnya, mengolahnya dan memberikan keluaran yang juga telah ditentukan sebelumnya. tidak terpengaruh oleh gejolak di luar sistem).


ARTIFICIAL SISTEM
Sistem yang meniru kejadian dalam alam. Sistem ini dibentuk berdasarkan kejadian di alam di mana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam.

Contoh :
  • Sistem AI, yaitu program komputer yang mampu membuat computer seolah-olah berpikir.
  • Sistem robotika.
  • Jaringan neutral network.


NATURAL SISTEM
Sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam.

Contoh :
laut, pantai, atmosfer, tata surya dll.


MANNED SISTEM
Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikut sertaan manusia. Sistem ini dapat digambarkan dalam cara-cara sebagai berikut :

Contoh :
1. Sistem manusia-manusia.
  • Sistem yang menitik beratkan hubungan antar manusia.
2. Sistem manusia-mesin.
  • Sistem yang mengikutsertakan mesin untuk suatu tujuan. 
3. Sistem mesin-mesin.
  • Sistem yang otomatis di mana manusia mempunyai tugas untuk memulai dan mengakhiri sistem, sementara itu manusia dilibatkan juga untuk memonitor sistem.
  • Mesin berinteraksi dengan mesin untuk melakukan beberapa aktifitas.
  • Pengotomatisan ini menjadikan bertambah pentingnya konsep organisasi, dimana manusia dibebaskan dari tugas-tugas rutin atau tugas-tugas fisik yang berat.

referensi: http://konsep-si.blogspot.com/search/label/Klasifikasi%20Sistem

Jumat, 30 November 2012

Tugas Bahasa Indonesia



Pertanyaan
 
Mendatar:
  1. Standar/asal
  2. Macam/jenis
  3. Ahli bahasa
  4. Sinonim arti
  5. Arti(b.Latin)
  6. Van..(penyusun ejaan resmi b.Melayu)
  7. Tanda baca pengakhir ungkapan
  8. Tanda baca pemisah bagian kaliamt yang sejenis & sBahasa resmi RI
  9. Kata ganti orang ke-3 tunggal
  10. Kata ganti orang pertama jamak
  11. Kata ganti orang pertama tunggal

Menurun:
  1. Sistem lambang (bunyi) yang arbitrer
  2. Susunan kata yang mengandung pokok pikiran
  3. Lawan ragam biasa
  4. Sumber utama b.indonesia
  5. Pelaku perbuatan
  6. Tata aturan pelembaga bunyi ujar,tanda baca,peotongan kata, dan penggabungan kata
  7. Tanda baca yang diikuti ungkapan ragam/rincian
  8. Kenyataan
  9. Keberadaan seorang ditempat lain ketika peristiwa pidana terjadi
  10. Tanda?
  11. Tanda baca pemerinci

Jawaban


MENDATAR:

  1. BAKU
  2. RAGAM
  3. LINGUIS
  4. MAKNA
  5. SEMA
  6. OPHUIJSEN
  7. TITIK
  8. TITIKKOMA
  9. INDONESIA
  10. DIA
  11. KAMI
  12. AKU

MENURUN:

  1. BAHASA
  2. KALIMAT
  3. RESMI
  4. MELAYU
  5. SUBYEK
  6. EJAAN
  7. TITIKDUA
  8. FAKTA
  9. ALIBI
  10. TANYA
  11. KOMA

Minggu, 07 Oktober 2012

Rahasia Alam "The Secret"


Di alam dunia ini setiap kegiatan selalu berhubungan dengan adanya hukum alam yang ada, sebagai contoh hukum gravitasi yang dengan sendirinya berlaku untuk kehidupan di bumi ini, bagi kita sendiri pasti bertanya tanya kenapa adanya hukum gravitasi itu, tetapi semua itu telah menjadi keharusan bagi mahluk hidup yang ada di alam semesta bumi ini. Ada lagi hukum yang mungkin belum banyak orang mengetahui yaitu hukum atraksi atau yang biasa dikenal dengan sebutan “The Secret”.

       Hukum atraksi atau “The Secret” adalah hukum tarik menarik yang keberadaannya paling kuat di alam semesta ini. Sesungguhnya manusia adalah magnet yang paling kuat di alam semsesta. Magnet ini berkerja melalui pikiran, pikiran itu adalah barang hidup yang memiliki frekuensi yang bergetar. Pikiran itu seperti magnet yang menarik semua hal yang berfrekuensi sama. Jika yang dipancarkan oleh diri kita selalu pikiran buruk, maka yang akan terjadi hanyalah pikiran dan kejadian buruk. Demikian sebaliknya apabila yang dipancarkan oleh diri kita selalu hal yang baik, maka yang tertarik adalah pikiran dan kejadian baik. Pikiran itu dapat mewujud menjadi materi, dan kenyataan. Sebab, pikiran adalah sejenis energi seperti halnya benda-benda lain.[1]
       Ada tiga langkah untuk proses penciptaan hukum tarik menarik. Yaitu, meminta dengan syarat harus jelas apa yang diinginkan dan hanya fokus pada keinginan yang dinginkan, percaya dan tahu bahwa kengininan itu sudah menjadi realitas di alam tak kasatmata dan percaya bahwa permintaan itu dapat diperoleh, dan yang terakhir menerima dengan perasaan baik yang dimana perasaan dan pikiran harus saling menggenapi dan bergerak sejalan.[2]
       Pada intinya hukum ini bisa berjalan karena adanya kemauan dari diri sendiri dengan diikuti keinginan yang kuat dan dimulai dengan melakukan kegiatan atau pekerjaan yang akan mewujudkan keinginan itu, dengan begitu seluruh alam semesta ini akan membantu untuk mewujudkan keinginan itu.


       [1] Endah tri Priyatni, Titik Harsiati, Ary Anugrahany, Andri Irawati, Bahasa dan Sastra Indonesia(Jakarta, Bumi Aksara, 2008),h. 96.
       [2] Purnomo Hadi, Penerapan Hukum Tarik Menarik http://1710purnomo.blogspot.com/2007/08/penerapan-hukum-tarik-menarik-utilizing.html,h. 1.



Referensi:

Priyatni, Endah Tri, Titik Harsiati, Ary Anugrahany, Andri Irawati, Bahasa dan Sastra Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
Byrne, Rhonda, The Secret, Oragon: Atria Books –Beyond Woords Publishing, 2006.
Byrne, Rhonda, The Secret. Diterjemahkan oleh Susi Purwoko, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007.
 


Selasa, 01 Mei 2012

Uang dan Bank Secara Umum, dan Kebijakan Moneter

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.



Jenis Uang 
Menurut bahan pembuatannya
  • Uang logam
Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai.
  • Uang kertas
Sementara itu, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

Menurut nilainya
  • Uang Penuh (full bodied money)
Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.
  • Uang Tanda (token money)
Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.


Macam Bank
  • Bank Sentral
Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral dengan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya.
Untuk di Indonesia peran Bank Sentral ini dipegang oleh BI (Bank Indonesia), jadi Bank itu yang mengatur untuk menjaga inflasi nilai mata uang rupiah, dan juga mengontrol peredaran uang yang beredar di Indonesia.
  • Bank Umum
bank umum sebagai institusi keuangan yang berorientasi laba. Untuk memperoleh laba tersebut bank umum melaksanakan fungsi intermediasi. Karena diizikan mengumpulkan dana dalam bentuk deposito, bank umum disebut juga sebagai lembaga keuangan depositori. Berdasarkan kemampuannya menciptakan uang (giral), bank umum dapat juga disebut sebagai bank umum pencipta uang giral.
Pengertian bank umum menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 :
“Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.“
Bank umum di Indonesia contohnya : Mandiri, BRI, BNI, BCA, dan lain- lain.


Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.

Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.

Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.


Kebijakan Moneter yang Telah Dilakukan Pemerintah
  • Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
  • Fasilitas Diskonto (Discount Rate) Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
  • Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio) Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
  • Himbauan Moral (Moral Persuasion) Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.


Pendapatan

Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan/atau jasa kepada pelanggan. Bagi investor, pendapatan kurang penting dibanding keuntungan, yang merupakan jumlah uang yang diterima setelah dikurangi pengeluaran.

Menurut pengertian umum
1. Menurut Niswonger (1992:22)

Pendapatan adalah jumlah yang ditagih kepada pelanggan atas barangataupun jasa yang diberikan kepada mereka.

Pada buku yang sama, Niswonger (1992:56) juga menjelaskan pendapatansebagai berikut:

Pendapatan atau revenue merupakan kenaikan kotor atau gross dalammodal pemilik yang dihasilkan dari penjualan barang dagangan,pelaksanaan jasa kepada pelanggan atau klien, penyewa harta,peminjam uang, dan semua kegiatan usaha serta profesi yangbertujuan untuk memperoleh penghasilan.

2. Menurut PSAK nomor 23 paragraf 6 adalah sebagai berikut:

pengertian Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yangtimbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arusmasuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal darikontribusi penanaman modal.8

3. Menurut Accounting Terminology Bulletin No. 2 yang dikutip dalam bukuHarahap (1999:39):

Pendapatan berasal dari penjualan barang dan pemberian jasa dandiukur dengan jumlah yang dibebankan kepada langganan, klaim atasbarang dan jasa yang disiapkan untuk mereka. Juga termasuk laba daripenjualan atau pertukaran asset (kecuali dari surat berharga), hakdividen dari investasi dan kenaikan lainnya pada equity pemilik kecualiyang berasal dari modal donasi dan penyesuaian modal. Dari pendapat ini dapat disimpulkan bahwa secara luas pendapatandianggap termasuk seluruh hasil dari perusahaan dan kegiatan investasi.Dalam hal ini termasuk juga perubahan net asset yang timbul dari kegiatanproduksi dan dari laba rugi yang berasal dari penjualan aktiva dan investasi,kecuali kontribusi modal dan penyesuaian modal. 

4. Menurut Financial Accounting Standard Board yang dikutip oleh Harahap(1999:58)

Definisi pendapatan adalah arus masuk atau peningkatan nilai aset darisuatu entity atau penyelesaian kewajiban dari entity atau gabungandari keduanya selama periode tertentu yang berasal dari penyerahan/produksi barang, pemberian jasa atas pelaksana kegiatan lainnya yangmerupakan kegiatan utama perusahaan yang sedang berjalan.

Dari beberapa definisi yang terdapat diatas, dapat disimpulkan bahwapendapatan adalah kenaikan gross /kotor dari keuntungan ekonomi selamasuatu periode dari aktivitas utama perusahaan yang menyebabkan kenaikanekuitas tetapi bukan disebabkan dari kontribusi penanaman modal.

Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
 
Konsep Pendapatan Secara Umum
Pendapatan meliputi semua sumber-sumber ekonomi yang diterima oleh perusahaan, dari transaksi penjualan barang dan penyerahan jasa kepada pihak lain. Di dalam akuntansi pendapatan diukur dengan jumlah kenaikan bruto dariaktiva atau berkurangnya hutang, atau kombinasi dengan keduanya. Berbagai pendapatan yang timbul dalam suatu perusahaan meliputi penjualan barang, penjualan jasa, penggunaan aktiva oleh pihak lain yang menghasilkan, pendapatandari penghentian aktiva selain barang dagangan.Menurut Munawir (2002), pengakuan pendapatan meliputi semua sumber-sumber ekonomi yang diterima oleh perusahaan dari transaksi penjualan barangdan penyerahan jasa kepada pihak lain. Di dalam akuntansi, pendapatan diukur dengan jumlah kenaikkan bruto dari aktiva atau berkurangnya hutang (selain dari transaksi modal), atau kombinasi keduanya. 

Konsep Pendapatan Nasional
  •     Produk Domestik Bruto (GDP)
        Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
  •     Produk Nasional Bruto (GNP)
        Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
  •     Pendapatan Nasional Neto (NNI)
        Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
  •     Pendapatan Perseorangan (PI)
        Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
  •     Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
        Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.


Perhitungan Pendapatan Nasional
  • Metode Produksi
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
  • Metode Pendapatan
Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
Y = r + w + i + p
  • Metode Pengeluaran
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
Y = C + I + G + (X – M)


Masalah dan Keterbatasan Dalam Perhitungan PDB
  • Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran
Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut PDB per kapita). Menurut PBB, sebuah negara dikatakan miskin bila PDB per kapitanya lebih kecil daripada US$ 450,00. Berdasarkan standar ini, maka sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin. Suatu negara dikatakan makmur/kaya bila PDB perkapita lebih besar daripada US$ 800.

Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Akibatnya angka PDB per kapita kurang memberikan gambaran rinci tentang kondisi kemakmuran suatu negara. Misalnya, walaupun Amerika Serikat yang PDB perkapitanya US$ 29.080 (tahun 1997), namun negara itu masih terus bergelut dengan masalah kemiskinan dan pengangguran, terutama di kalangan warga kulit hitam ataupun pendatang (kulit berwarna). Bahkan secara absolut tampaknya jumlah penduduk miskin di Amerika serikat akan bertambah.

  • Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Ada hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita dengan tingkat kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial makin membaik. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan menggunakan logika sederhana. Jika PDB per kapita mkin tinggi, maka daya beli masyarakat, kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik. Sehingga gizi, kesehatan, pendidikan, kebebabasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan, kondisinya makin meningkat. Tapi dengan catatan, peningkatan PDB per kapita disertai perbaikan distribusi pendapatan.

Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output yang tidak terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang diperoleh dengan menyandarkan hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung. Sebab, dalam kenyataannya kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kemakmuran, tetapi juga ketenangan batin.
  • PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas
Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
  1. Jumlah dan komposisi penduduk : Bila jumlah penduduk makin besar, komposisi-nya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan berpendidikan tinggi (> SLA), maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.
  2. Jumlah dan struktur kesempatan kerja : Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi. Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktivitas. Sekalipun kesempatan kerja sangat besar, tetapi semuanya adalah kesempatan kerja sektor pertanian, produktivitas pekerja juga tidak tinggi. Sebab sektor pertanian umumnya memiliki nilai tambah yang rendah. Jika kesempatan kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern (industri dan jasa), maka output per pekerja akan relatif tinggi, karena nilai tambah kedua sektor tersebut amat tinggi.
  3. Faktor-faktor nonekonomi : Yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja, tata nilai, faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan. Jepang pantas menjadi negara yang produktif sebab selain jumlah penduduk yang banyak, berpendidikan tinggi dan umumnya bekerja di sektor modern, mereka juga memiliki etika kerja yang baik, menjujung tinggi kejujuran dan penghargaan tergadap senior. Dan Jepang juga merupakan negara yang selama kurang lebih 3.000 tahun terus menerus membangun dirinya menjadi bangsa modern, walaupun pembangunan ekonomi modernnya baru dimulai dua abad yang lalu. 

  • Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economi)
Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah pembantu rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan petani buah yang langsung menjual produknya ke pasar.

Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang lainnya.

referensi :

Kamis, 05 April 2012

Produksi dan Jenis - Jenis Pasar (Monopoli, Oligopoli, Persaingan Sempurna)

reza danis setyawan
15110794
2ka24
  1. Apa yang anda ketahui tentang Produksi dan fungsi produksi
  2. Jelaskan Jenis-jenis Pasar Monopoli, Oligopoli, Persaingan Sempurna
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut Produsen.

Assauri (1993:30) memberikan definisi atau pengertian fungsi produksi adalah sebagai pertanggungjawaban dalam pengolahan dan pentransformasian masukan (inputs) menjadi keluaran (outputs) berupa barang atau jasa yang akan dapat memberikan hasil pendapatan bagi perusahaan. Untuk melaksanakan fungsi tersebut diperlukan serangkaian kegiatan yang merupakan keterkaitan dan menyatu serta menyeluruh sebagai suatu sistem. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan fungsi produksi dan operasi ini dilaksanakan oleh beberapa bagian yang terdapat dalam suatu perusahaan, baik perusahaan itu berupa perusahaan besar, maupun perusahaan itu adalah perusahaan kecil. Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi dan operasi adalah:
  1. Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (inputs),
  2. Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
  3. Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.
  4. Pengendalian atau perawatan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan. 

Everett dan Ebert (1992:5) memberikan definisi atau pengertian fungsi produksi dengan mengatakan sebagai berikut :”Economic refer to this transformation of resources into goods and services as the production function for all operation systems the general goals is to create some kinds of value added, so that the output are worth more to consumers than just the sun of the individual inputs. "

Jadi fungsi produksi merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang, mengubah sesuatu yang nilainya lebih rendah menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi dengan menggunakan sumber daya yang ada, seperti bahan baku, tenaga kerja, mesin dan sumber-sumber lainnya, sehingga produk yang dihasilkan dapat memberikan kepuasan pada konsumen. Dengan demikian untuk membuktikan apakah produksi tersebut telah berjalan atau tidak, maka diperlukan suatu pemeriksaan yaitu pemeriksaan manajemen. Sedangkan program pemeriksaan manajemen pada fiingsi produksi yang akan dilakukan adalah perencanaan dan pengendalian produksi, tenaga kerja produksi, fasilitas produksi, dan pelaksanaan proses produksi.


Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".

Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau  lebih buruk lagi mencarinya di pasar gelap (black market).


Pasar oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.

Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.

Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada.

Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.


Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.

referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Produksi
http://id.shvoong.com/business-management/technology-operations-management/2184759-pengertian-fungsi-produksi/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_monopoli
http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_persaingan_sempurna

Kamis, 08 Maret 2012

Sistem perekonomian (Tugas 1)

reza danis setyawan
15110794
2ka24
  1. Sebutkan dan jelaskan macam - macam sistem ekonomi
  2. Apa yang dimaksud dengan permintaan dan penawaran
  3. Apa yang anda ketahui dengan Hukum Permintaan dan Penawaran serta faktor-faktor yang mempengaruhinya


Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.

Macam-macam Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi merupakan suatu aturan yang digunakan dalam kehidupan perekonomian, dapat dibedakan dalam tiga sistem yang biasa digunakan oleh suatu negara di dunia, yaitu:
  • Sistem ekonomi kapitalis (pasar)
Adalah suatu kegiatan perekonomian yang sepenuhnya diatur dan dipengaruhi oleh penjual dengan kekuatan penawaran dan pembeli dengan kekuatan permintaan. Kekuatan pasar yang dapat mengatur jalannya perekonomian disebut tangan yang tak terlihat (invisible hand) yang dapat memecahkan tiga persoalan pokok ekonomi: what, how, for whom.
Adapun ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis adalah:
  1.     hak milik individu diakui
  2.     swasta sebagai pelaku ekonomi
  3.     pemerintah sebahai pengawas
  4.     ekonomi diatur oleh kekuatan pasar dan uang
  • Sistem ekonomi sosialis (terpusat)
Adalah, sistem ekonomi yang dikendalikan oleh pemerintah pusat dan rakyat hanya menjalankan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Adapun ciri-ciri sistem ekonomi sosialis adalah:
  1.     perencanaan ekonomi dilakukan secara terpusat
  2.     seluruh sumber daya alam dikuasai negara
  3.     seluruh anggota masyarakat bekerja untuk negara
  4.     hak-hak pribadi tidak diakui
Contoh negara yang masih menggunakan sistem sosialis diantaranya: RRC, Korea Utara, Kuba
  • Sistem ekonomi campuran
Adalah, gabungan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi kapitalis dengan tujuan untuk dapat menciptakan persamaan hak dan menjaga perekonomian berkembang secara stabil.

Adapun ciri-ciri ekonomi campuran adalah:
  1.     terdapat peranan perorangan, swasta dan pemerintah untuk melakukan kegiatan ekonomi
  2.     pemerintah menangani sektor-sektor ekonomi yang menguasai kepentingan masyarakat secara umum.
Contoh negara yang menggunakan sistem campuran adalah negara-negara yang sedang berkembang.


Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu.

Hukum Penawaran

Bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi:
"Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditawarkan.
Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).

Faktor-faktor yang Memengaruhi Penawaran :
  1.     Harga barang itu sendiri
  2.     Harga barang pengganti
  3.     Biaya produksi
  4.     Kemajuan teknologi
  5.     Pajak
  6.     Perkiraan harga di masa depan

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu.

Hukum Permintaan

Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:
Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.
Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Permintaan :
  1.     Harga barang itu sendiri
  2.     Harga barang substitusi (pengganti)
  3.     Harga barang komplementer (pelengkap)
  4.     Jumlah Pendapatan
  5.     Selera konsumen
  6.     Intensitas kebutuhan konsumen
  7.     Perkiraan harga di masa depan
  8.     Jumlah penduduk

referensi:

Senin, 26 Desember 2011

Kepemimpinan

 Pendahuluan

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukanya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi.Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.[1]

 Teori

Dalam hubungan ini dapat dikemukakan beberapa teori kepemimpinan sebagaimana yang dikemukakan oleh para ahli.[2]

A. Timbulnya Kepemimpinan
Di antara berbagai teori yang menjelaskan sebab-sebab timbulnya kepemimpinan terdapat tiga teori yang menonjol, yaitu :
1. Teori Keturunan (Heriditary Theory)
2. Teori Kejiwaan (Psychological Theory)
3. Teori Lingkungan (Ecological Theory)

B. Kepemimpinan Berdasarkan Sifat
Di tinjau dari segi sejarah, pemimpin atau kepemimpinan lahir sejak nenek moyang, sejak terjadinya hubungan kerjasama atau usaha bersama antara manusia yang satu dengan dengan manusia yang lain untuk menjapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Jadi kepemimpinan lahir bersama – sama timbulnya peradaban manusia.

C. Kepemimpinan Berdasarkan Tingkah Laku
Dengan memusatkan pada ciri-ciri dan gaya yang dimiliki oleh setiap pemimpin yang bersangkutan, mereka yakin akan berhasil dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Sehingga gaya dan ciri-ciri tersebut akan menimbulkan berbagai tipe.


Pembahasan


Tipe Kepemimpinan[3]
 
1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis

Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.


2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik

Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut:
  1. mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan,
  2. mereka bersikap terlalu melindungi,
  3. mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri,
  4. mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif,
  5. mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri,
  6. selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.


3. Tipe Kepemimpinan Militeristik

Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah:
 
  1. lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana,
  2. menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan,
  3. sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan,
  4. menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya,
  5. tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya,
  6. komunikasi hanya berlangsung searah.


4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)

Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain:
  1. mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi,
  2. pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal,
  3. berambisi untuk merajai situasi,
  4. setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri,
  5. bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan,
  6. semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi,
  7. adanya sikap eksklusivisme,
  8. selalu ingin berkuasa secara absolut,
  9. sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku,
  10. pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.


5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire

Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.


6. Tipe Kepemimpinan Populistis

Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.


7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif

Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.


8. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.

Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.



referensi:
[1]http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan
[2]http://kepemimpinan-fisipuh.blogspot.com/2009/03/teori-kepemimpinan.html
[3]http://belajarpsikologi.com/tipe-tipe-kepemimpinan/

Selasa, 01 November 2011

Tema Mac di BackTrack (MacTrack)

oiya mau share lagi nih..
tema macbuntu bisa loh dipakai buakt backtrack 5 r1 gnome. udah dicoba dan udah dipakai sampe sekarang. dari tampilan si ya mirip lah kaya mac(lebih tepatnya kaya macbuntu ^_^ )

caranya download dulu aja tema macbuntu 10.04, oiya karena backtrack yang gnome itu sama kaya ubuntu 10.04.

trus di ganti disini.
    root@bt:~# nano /etc/issue

nah tadinya kan isinya backtrack tuh ganti aja jadi gini
   Ubuntu 10.04 \n \l

kalau sudah di save,

sekarang di edit script install.sh
di dalemnya pas ketemu chk_user() dikasih tanda "#", maksudnya biar nanti pas install ga ditanya lagi jadi user, karena kan BT itu udah jadi root.

kalo ga salah sih itu doang pas install temanya, kalo ada salah di komen aja ya....

jangan lupa pas install koneksi juga ke internet.

gini nih tampilan pas udah ke install.



^_*

Sabtu, 29 Oktober 2011

KONFLIK ANTAR KELOMPOK

PENDAHULUAN

Masyarakat yang hidup dalam kehidupan bermasyarakat pasti merasakan atau mengalami konflik antar perorangan atau antar masyarakat itu sendiri bahkan kelompok dan organisasi.

Konflik terjadi karena adanya interaksi yang disebut komunikasi. Hal ini dimaksudkan apabila kita ingin mengetahui konflik berarti kita harus mengetahui kemampuan dan perilaku komunikasi. Semua konflik mengandung komunikasi, tapi tidak semua konflik berakar pada komunikasi yang buruk. Menurut Myers, Jika komunikasi adalah suatu proses transaksi yang berupaya mempertemukan perbedaan individu secara bersama-sama untuk mencari kesamaan makna, maka dalam proses itu, pasti ada konflik. Konflik pun tidak hanya diungkapkan secara verbal tapi juga diungkapkan secara nonverbal seperti dalam bentuk raut muka, gerak badan, yang mengekspresikan pertentangan (Stewart & Logan). Konflik tidak selalu diidentifikasikan sebagai terjadinya saling baku hantam antara dua pihak yang berseteru, tetapi juga diidentifikasikan sebagai ‘perang dingin’ antara dua pihak karena tidak diekspresikan langsung melalui kata – kata yang mengandung amarah.


TEORI

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.


Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik
 
PEMBAHASAN

Konflik Antar Kelompok
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menebang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan.
 
Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.
 
 
Mengapa konflik timbul
Konflik di dalam kelompok biasanya disebabkan oleh :
a.    Kurangnya komunikasi antar anggota kelompok.
b.    Perbedaan pendapat mengenai topik yang sedang dibahas.
c.    Perbedaan kepentingan antar sesama anggota kelompok.
d.    Berbedanya informasi yang diterima oleh anggota kelompok mengenai suatu persoalan.
 
Cara mengatasi konflik
          1. Menghindar diri
          2. Difusi
          3. Konfrontasi (pertentangan)
          4. Buatlah pilihan terbaik
          5. Pikir sesuatu terlebih dahulu

Bagi kelompok yang menang dalam konflik akan berdampak pada:
  • Cohesion meningkat
  • Ketegangan menururn
  • Berkuangnya figh spirit
  • Santai
  • Timbul kepasan diri
  • Streotype positif terhadp kelompok sendiri
  • Sterotype negatif terhadap kelompok lain
  • Konsolidasi semakin kuat

Bagi kelompok yang kalah dalam konflik akan berdampak pada:
  • Mencari alasan kenapa kalah
  • Ketegangan meningkat
  • Kelompok bekerja lebih keras
  • Melakukan recovery
  • Mencari kambing hitam atas kekalahan
  • Konformitas menurun
  • Menggantikan pemimpin
  • Belajar lebih banyak

referensi